Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia masih terus menyelidiki pelaku sebenarnya serangan mematikan di gedung konser Crocus City, pinggiran Moskow, 22 Maret. Sebelumnya seranagn tersebut membuat 140 orang tewas dan 360 luka-luka.

Meski ISIS disebut mengklaim bertanggung jawab namun Rusia masih ragu dan menunjuk Ukraina serta Barat terlibat. Dalam update terbaru Jumat, penyelidik Rusia mengatakan tengah memeriksa tokoh Ukraina dalam peristiwa pembantaian itu.

Penyelidik Rusia mengatakan mendapat data dari salah satu ponsel tersangka. Di mana ada transfer foto gedung konser Crocus tanggal 24 Februari tahun lalu dan dikirimkan ke seseorang.

“Tersangka telah mengkonfirmasi semua ini dalam pernyataannya,” kata penyelidik Rusia, dikutip AFP.

Foto-foto lain juga ditemukan di ponsel yang sama. Ditunjukan bagaimana pria-pria berkamuflase memegang bendera Ukraina di depan bangunan-bangunan yang hancur.

“Data ini dapat mendukung hubungan antara serangan itu dan konflik di Ukraina,” kata para penyelidik.

Sementara itu, Kamis, Rusia mengumumkan menangkap tiga orang baru yang dicurigai membantu merencanakan serangan teror mematikan itu. Badan intelijen Rusia (FSB) menangkap ketiganya di Moskow, kota Yekaterinburg di Pegunungan Ural dan Omsk di Siberia. Mereka disebut sebagai orang yang mendanai dan

“Dua dari mereka yang ditahan mentransfer uang untuk pembelian senjata api dan kendaraan yang digunakan dalam serangan teror,” kantor berita Interfax mengutip pernyataan FSB, juga dimuat AFP.

“Orang ketiga terlibat langsung dalam perekrutan kaki tangan serangan teror dan mendanai pelakunya,” tambahnya.

Media pemerintah juga menerbitkan rekaman yang menunjukkan agen FSB melakukan penangkapan. Disebut bahwa dua orang yang ditangkap merupakan warga negara asing sementara satu orang Rusia.

Rusia sendiri diketahui telah menangkap lebih dari selusin orang yang dikatakan terlibat dalam serangan itu. Mereka termasuk empat pria bersenjata, semuanya warga negara Tajikistan.

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengatakan kelompok fundamentalis Islam tidak punya alasan untuk menargetkan Rusia. Meski begitu, Ukraina dan negara-negara Barat telah berulang kali membantah adanya kaitan dengan serangan tersebut dan mengatakan Moskow berusaha mengeksploitasi tragedi tersebut.

“Kami punya alasan kuat untuk percaya bahwa tujuan utama mereka yang memerintahkan serangan teror berdarah dan mengerikan di Moskow adalah untuk merusak persatuan kita,” kata Putin.

Rusia sendiri diketahui mengumumkan perang ke Ukraina sejak Februari 2022. Keinginan Ukraina untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menjadi penyebab.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Rusia Berkabung, Potret Aksi Solidaritas Warga Letakan Bunga dan Lilin


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *