Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan sentilan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terkait serangan Israel ke Gaza, Palestina. Hal ini terjadi setelah Washington memberikan rangkaian kritikan kepada Tel Aviv terkait perihal serupa.

Dalam pernyataannya, Biden menyebut pendekatan Netanyahu terhadap perang di Gaza adalah sebuah “kesalahan’. Ia mengaku tidak setuju dengan cara Netanyahu menyerang Gaza demi mengalahkan Hamas.

“Saya pikir apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan. Saya tidak setuju dengan pendekatannya,” kata Biden dalam komentarnya kepada Univision, jaringan TV berbahasa Spanyol di AS, seperti dituliskan Reuters, Kamis (11/4/2024).

“Pemboman Israel di Gaza tanpa pandang bulu, membuka masalah baru dan tindakan militernya berlebihan, membuka masalah baru.”

Dukungan AS terhadap serangan Israel mulai berbalik karena Tel Aviv melindungi pekerja bantuan dan warga sipil. Seruan itu menyusul serangan udara Israel yang menewaskan tujuh staf Dapur Dunia (WKP).




Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekitar Rumah Sakit Al Shifa setelah operasi Israel selama dua minggu, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Kota Gaza 1 April 2024. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)Foto: Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekitar Rumah Sakit Al Shifa setelah operasi Israel selama dua minggu, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Kota Gaza 1 April 2024. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekitar Rumah Sakit Al Shifa setelah operasi Israel selama dua minggu, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Kota Gaza 1 April 2024. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

Serangan militer Israel di Gaza sendiri juga telah menjadi pusat kritikan para warga AS. Di dalam negeri, Biden menghadapi protes selama berbulan-bulan, membuka tab baru dari aktivis anti-perang.

Muncul juga tekanan dari kalangan Muslim dan Arab-Amerika di seluruh negeri, yang menuntut gencatan senjata permanen di Gaza dan pembatasan bantuan militer AS untuk Israel.

Serangan Hamas pada 7 Oktober membuka konflik baru mengenai Israel yang menewaskan 1.200 orang, menurut penghitungan Israel.

Serangan militer Israel berikutnya terhadap Gaza yang dikuasai Hamas telah menewaskan lebih dari 33.000 orang dan membuat hampir seluruh 2,3 juta penduduknya mengungsi. Hal ini menimbulkan seruan bahwa Israel telah melakukan genosida, yang ditolak Tel Aviv.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Dunia Buka Suara, Kecam Veto AS di PBB Soal Gaza


(tps/wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *