Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana pembangunan MRT Jakarta Fase 3 Cikarang-Balaraja akan terus berlanjut. Jalur transportasi itu rencananya akan membentang sejauh 84,1 Km dari Timur menuju Barat.

Sejak proyek pembangunan jalur transportasi ini diumumkan pada 21 Februari 2023 silam, Direktur Utama MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengungkapkan, saat ini baru batch 1 stage 1 saja yang sudah mendapatkan pendanaan melalui kontrak dengan JICA co-finnancing dan ADB.

Sebagai catatan, batch 1 stage 1 membentang dari Medan Satria sampai ke Tomang sepanjang 24,5 Km.

“Batch 1 stage 1 kita sudah kontrak dengan JICA co-financing, (dan) dengan ADB. (Nantinya pendanaan itu) untuk Medan Satria sampai Tomang 24,5 Km,” kata Tuhiyat di Stasiun MRT Bundaran HI Jakarta, Rabu (17/6/2024).

Kemudian batch 1 stage 2 membentang sepanjang 9 Km dari Tomang ke Kembangan, Tuhiyat belum mau mengungkapkan siapa yang akan menggarapnya.

“Sedangkan dari Tomang ke Kembangan tinggal 9 Km lagi nanti, itu tahap kedua (batch 1 stage 2),” imbuhnya.

Tuhiyat menyebut pihaknya akan memprioritaskan pembangunan proyek Fase 3 batch 1 stage 1 terlebih dahulu, yakni dari Medan Satria sampai ke Tomang. Lalu setelah itu, batch 1 stage 2 Tomang ke Kembangan dilanjutkan.




Pekerja mengontrol pembangunan proyek CP 201 Fase 2 MRT di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (25/1/2024). Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 yang membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat terus dikebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pekerja mengontrol pembangunan proyek CP 201 Fase 2 MRT di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (25/1/2024). Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 yang membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat terus dikebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pekerja mengontrol pembangunan proyek CP 201 Fase 2 MRT di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (25/1/2024). Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 yang membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat terus dikebut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

“Tahap pertamanya (batch 1 stage 1) Medan Satria sampai Tomang dulu. (Tomang-Kembangan) 9 Km lagi kan. Mudah-mudahan tidak ada tantangan,” tegasnya.

Sementara itu, dia melaporkan progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, dari Bundaran HI sampai Kota per 25 Maret 2024 sudah mencapai angka 33,36%. Adapun progres itu, ia merinci, terdiri dari sejumlah progres pembangunan stasiun, diantaranya untuk proyek Stasiun Thamrin dan Monas 74%. Kemudian Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar disebutnya sudah mencapai angka 28%. Sementara untuk stasiun Glodok-Kota, berada di angka 50%.

Sementara untuk paket kontrak CP 206 rolling stock (ratangga) atau untuk pengadaan gerbong, Tuhiyat menyebut sedang dalam proses penyusunan proposal dan kualifikasi calon priber, dan untuk paket kontrak CP 207 mengenai sistem tiket, lanjutnya, sedang dalam proses penyusunan dokumen tender.

Meski demikian, Tuhiyat menjamin MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Monas bisa beroperasi pada 2027. Sedangkan untuk proyek MRT Jakarta Fase 2A Harmoni-Kota, diperkirakan rampung pada akhir 2029. Artinya, rute Bundaran HI-Kota akan tersambung penuh dan bisa mulai beroperasi pada 2029 mendatang.

“Kami menargetkan operasional MRT Jakarta Fase 2A, yakni Bundaran Hotel Indonesia hingga Monas yaitu pada tahun 2027 beroperasi. Sedangkan untuk harmoni sampai dengan kota ini adalah lanjutannya diperkirakan pada akhir tahun 2029,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Jokowi: MRT Fase 2A Ditargetkan Tuntas pada 2027


(wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *