Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pangan Nasional (Bapanas) berencana menaikkan harga beli gabah/beras yang bisa digunakan Perum Bulog saat menyerap produksi petani di dalam negeri. Kenaikan harga beli itu diharapkan bisa menopang Bulog dalam menyerap produksi petani.

Sebab, saat ini harga telah berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras, yang diatur di dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No 6/2023 Tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menuturkan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan revisi HPP gabah dan beras yang baru. Seiring dengan itu, pihaknya akan tetap mengimplementasikan fleksibilitas HPP gabah dan beras bagi Bulog yang termaktub dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia No 167/2024 sampai dengan 30 Juni 2024 mendatang.

“Fleksibilitas HPP (gabah dan beras) sampai Juni. Tapi sekarang sambil on going (berjalan) pembahasan untuk revisi HPP gabah dan beras,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Sebagai catatan, Bapanas sejak 3 April sampai dengan 30 Juni mendatang, melakukan fleksibilitas HPP gabah dan beras bagi Bulog. Di mana dalam ketentuan baru itu, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani yang dalam aturan HPP sebelumnya Rp5.000 per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp6.000 per kg. Lalu harga Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog yang sebelumnya Rp6.300 per kg naik menjadi Rp7.400 per kg.

Sementara, HPP beras di gudang Bulog dengan derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air 14 persen, butir patah maksimal 20 persen, dan butir menir maksimal 2 persen yang sebelumnya Rp 9.950 per kg naik menjadi Rp 11.000 per kg.

Lebih lanjut, Arief menyebut perlu dilakukannya sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat umum, bahwa kini harga beras sudah tidak bisa lagi kembali ke harga seperti sebelum-sebelumnya, lantaran harga agroinput-nya yang juga sudah naik.

“Ini yang harus disampaikan ke seluruh stakeholder, termasuk masyarakat banyak. Nggak bisa lagi (harga beras) balik ke harga yang sebelumnya, kalau harga agroinput naik masa maunya harga Rp12.000 (per kg) terus. Nggak bisa. Kalau maunya harga Rp12.000 maka gabahnya Rp5.000 atau Rp4.500. Mau dikembalikan? Kasian petaninya,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Bos Badan Pangan Was-was Harga Gabah Petani Jatuh, Ada Apa?


(pgr/pgr)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *