Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memantau harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal tersebut menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel semakin memanas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, setiap kenaikan harga minyak mentah dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berdampak pada kenaikan belanja subsidi energi.

Ia merinci, setiap kenaikan US$ 1 harga minyak mentah, maka beban subsidi dan kompensasi energi akan naik sekitar Rp 4,5 triliun. Sementara, setiap melemahnya kurs rupiah Rp 100 per dolar AS bakal berdampak pada kenaikan subsidi energi Rp 2,5-3,5 triliun.

“Nah itu simulasi saat ini yang kita hitung, karena itu penting nanti kita akan detailkan lagi hitungan itu,” kata Tutuka dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Jumat (19/4/2024).

Oleh sebab itu, guna mengatasi kondisi tersebut, saat ini pemerintah bersama Pertamina tengah mencari sumber pasokan energi dari negara lain. Terutama, yang tidak berasal dari Timur Tengah.

“Jadi kita bekerja sama dengan Pertamina mencari sumber lain yang sekiranya tidak terdampak geopolitik. Kalau harga kemungkinan bisa sama tapi kalau sumber lain yang lebih murah kita upayakan,” tuturnya.

“Untuk LPG Pertamina sudah kontrak sampai bulan Mei, sampai Desember tahun ini pun sudah ada perencanaan tinggal difinalisasi demikian juga BBM Pertamina juga telah melakukan upaya-upaya tersebut,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Israel meluncurkan rudal sebagai serangan balasan terhadap Iran pada Jumat (19/4/2024) dini hari. Hal itu diungkap pejabat senior AS kepada ABC News.

Peluncuran rudal tersebut menyusul serangan Iran pada Sabtu lalu, di mana negara tersebut mengirimkan lebih dari 300 drone dan rudal tanpa awak ke sasaran di seluruh negeri. Semua kecuali beberapa dicegat oleh Israel dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat, kata para pejabat.

Sementara itu, sebuah ledakan terdengar di kota Ghahjaworstan di Iran, terletak di barat laut kota Isfahan, menurut kantor berita semi-resmi Iran FARS, mengutip sumber-sumber lokal.

“Kota Ghahjaworstan terletak di dekat Bandara Isfahan dan pangkalan perburuan kedelapan Angkatan Udara,” lapor FARS, dikutip CNN International.

Iran Press TV juga melaporkan ledakan terdengar di dekat pusat kota. Adapun belum dipastikan penyebab ledakan tersebut.

Harga minyak mentah dunia pun ikut melejit pada perdagangan hari ini setelah Israel dilaporkan menyerang Iran.

Mengutip Refinitiv, pada Jumat (19/4/2024) pukul 09.23 WIB harga minyak mentah acuan Brent melejit 3,5% ke US$90,14 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3,61% ke US$85,80 per barel.

Begitu juga dari sisi nilai tukar, kurs rupiah terhadap dolar AS juga semakin ambruk. Rupiah terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di saat ketegangan Timur Tengah antara Iran dan Israel kembali mencuat ke publik dan bank sentral AS (The Fed) yang bersikap hawkish.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,49% di angka Rp16.250/US$ pada hari ini, Jumat (19/4/2024). Secara mingguan rupiah juga terpantau ambles 2,59%.

Sementara DXY pada pukul 14:51 WIB turun ke angka 106,08 atau melemah 0,06%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin (18/4/2024) yang berada di angka 106,15.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Menteri ESDM Berharap Harga Minyak Tak Sampai US$ 100/Barel


(wia)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *