Jakarta, CNBC Indonesia – Harga rumah yang dijual di Inggris mendekati rekor tertinggi. Hal ini terungkap dalam laporan situs web properti Rightmove, Senin (22/4/2024).

Rightmove mengatakan harga yang diminta untuk properti residensial naik 1,7% dalam empat minggu hingga 13 April jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara bulanan harga yang dicari oleh penjual naik 1,1%, melambat dari kenaikan 1,5% dalam empat minggu sebelumnya.

“Rata-rata penjual baru meminta harga sebesar 372.324 pound (Rp 7,4 miliar), hanya 570 pound lebih rendah dari rekor yang dicapai pada Mei 2023,” kata Rightmove dikutip Reuters.

Rightmove mengatakan jumlah penjual baru di Inggris juga meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya, di mana jumlah penjualan meningkat sebesar 13%. Permintaan terkuat terjadi pada segmen kelas atas, di mana harga yang diminta pada tahun 2024 sejauh ini merupakan kenaikan terbesar sejak tahun 2014.

“Meskipun ada optimisme saat ini, kondisi ini bukanlah kondisi yang mendukung pertumbuhan harga secara substansial,” kata direktur ilmu properti Rightmove,┬áTim Bannister.

“Penjual yang ingin mengamankan penjualan mereka masih perlu menetapkan harga yang realistis untuk pasar lokal mereka dan menghindari sikap yang terlalu ambisius,” tambahnya.

Sebelumnya, persoalan rumah sempat membuat masalah di Inggris. Apalagi kalau bukan suku bunga tinggi yang mencekik hipotek.

Menurut angka pemerintah yang diterbitkan pada bulan Oktober 2023, 104.510 rumah tangga berada di “penampungan sementara” di Inggris hingga Maret 2023. Jumlah ini naik 10% dibandingkan waktu yang sama pada tahun 2022 dan merupakan angka tertinggi sejak pencatatan dimulai pada tahun 1998.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: Survei BI: Harga Rumah Makin Mahal


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *